Wilayah itu apa?

Tulisan ini sengaja dibuat, untuk menambah rasa ingin tahu tentang WILAYAH dan sekaligus untuk share beberapa pemahaman dangkal tentang WILAYAH itu sendiri.
Emmm, saya bingung harus mulai dari mana?. Ok…ada beberapa contoh sederhana. Pas kita kelas X, waktu belajar geografi tentang pembagian batas wilayah laut. Masih ingat kan!!?. Ada yang disebut dengan “laut teritorial”. Yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil laut, diukur dari garis pantai terluar. Dengan kata lain, dari pantai sampai sejauh 12 mil laut itu adalah luas laut negara yang bersangkutan dan semua sumberdaya alam di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh negara itu.
Terus ada lagi. Pas lagi belajar biologi, ada perilaku dari beberapa Primata dan Canidae yang sering menandai daerah kekuasaan dengan air seninya. Hal tersebut dilakukan sebatas untuk menjaga eksistensi keberadaan individu dalam ekosistemnya.
Sampai pada…satu provider seluler, yang akan terus melakukan invasi ke semua pelosok daerah di nusantara. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan marketnya bisa semakin luas dan semakin terdepan dalam pemenuhan kebutuhan telekomunikasi masyarakat.
Terus kalau ini masih bisa dijadikan contoh gak ya?. Satu maskapai penerbangan domestik, terus membuka jalur penerbangan kesemua daerah di Nusantara. Dari daerah yang ramai ke daerah yang terpencil sekalipun.
Dari empat contoh tadi, saya akan coba buatkan visualisasinya.

Gbr.1 jangkauan provider selular dan tujuan penerbangan

Dari visualisasi tersebut, ternyata wilayah itu punya luas, punya arah perkembangan, punya sumber atau inti. Seperti halnya difusi budaya. Akan terus menyebar dan akan terus meluas seiring dengan migrasi manusia dan interaksi manusia di dalamnya.

PEMBAGIAN WILAYAH
Dalam geografi, istilah wilayah sama juga dengan region. Namun, tidak sama halnya dengan area, zone/kawasan dan daerah. Wilayah dapat diartikan sebagai satu tempat dipermukaan bumi dengan ciri khas tertentu dan dapat dibedakan dengan tempat lain disekitarnya.
1. Wilayah dibentuk dari kesamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki dari satu objek, fenomena dipermukaan bumi. Seperti wilayah pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering. Sederhana sekali, hanya dengan melihat karakteristik dari pertanian, kita sudah membuat satu regionalisasi tentang pertanian.
2. Wilayah dibentuk dari kesamaan ciri fisik wilayah. Seperti wilayah pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan. Ciri fisik yang digunakan adalah ketinggian atau topografi.
3. Wilayah dibentuk dari kesamaan penggunaan lahan. Seperti wilayah permukiman dan industri
Dan lain sebagainya… (bersambung).