Biodiversity di kaki Gunung Salak

Perjalanan panjang seorang Alfred Wallacea dimasa hidupnya (8 January 1823 – 7 November 1913) meninggalkan sebuah warisan berharga pada perkembangan ilmu pengetahuan. Diantaranya membagi Indonesia ke dalam dua bagian besar persebaran Flora dan Fauna. Perkembangan zaman pada saat itu belum memungkinkan beliau untuk mengcapture apa yang ditemukan menggunakan camera. Tidak seperti apa yang saya lakukan beberapa hari lalu bersama rekan-rekan Garuda Muda penerima Beasiswa LPDP_batch-1 dan Fujifilm Finefix S2980. Berkesempatan trip singkat menuju Kawah Ratu di kaki gunung Salak, desa Pasir reugit yang termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Begitu banyak keragaman Flora dijumpai dan diantaranya merupakan yang pertama kali ku lihat. Tetapi, mungkin terasa tidak asing bagi para biologist. Namun bagiku ini adalah satu hal yang baru. Berikut diantaranya :

1. Paku-pakuan

Paku
Paku

dan

Pucuk daun paku tiang
Pucuk daun paku tiang

2. Bunga

Bunga liar
Bunga liar

3. Perdu

Bunga Hijau (bukan nama sebenarnya)
Bunga Hijau (bukan nama sebenarnya)

4. Kantung semar

Kantung Semar.
Kantung Semar.

Tumbuhan ini dikenal juga dengan Tropical pitcher plant dan tergolong ke dalam Genus Nepenthes. Tumbuhan ini banyak tersebar di wilayah beriklim tropis. meskipun demikian, persebarannya bisa mencapai Australia dan India. Dengan tinggi bisa mencapai 15-20 m. sama seperti rotan yang atau keluarga liana, tanaman ini beradaptasi dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat. Bentuknya yang unik yaitu pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong yang berfungsi sebagai perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

5. Pandan

Pandan Gunung
Pandan Gunung
Iklan