Lampeni dan nama sebuah kampung

Nama-nama tempat dipermukaan bumi, sering sekali menunjukan entitas geografi yang ada di sekitarnya. Apa yang menjadi ciri khas, biasanya muncul sebagai identitas yang digunakan untuk merepresentasikan tempat tersebut dikhalayak.
Seperti halnya, sebuah pohon yang bernama “Lampeni”. disebut juga “jet berry” atau para biologist menyebutnya Ardisia Humilis. Pohon Lampeni ini, pernah jadi inspirasi bagi penduduk terdahulu untuk menamai sebuah kampung yang sekarang dikenal dengan nama desa Cilampeni yang berada di kec. Katapang Kab. Bandung. Pohon yang daun serta buahnya dipercaya sebagai obat dari penyakit tumor, asma dan maag ini dapat juga dipakai sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Pohon yang ku dapat dari EIGER ini, ku dapat gratis setelah penjaga toko menawari “barangkali mau berpartisipasi dalam reboisasi?” akhirnya menghiasi pekarangan ku.

Lampeni
Daun Pohon Lampeni

Tempat-tempat lain yang menggunakan nama pohon sebagai nama tempat sebenarnya banyak. Khususnya di wilayah Jawa barat. Nama-nama seperti CiTarum, CiMareme diambil dari nama pohon. Contoh lainya seperti Sekeloa yang berarti mata air. Nama ini digunakan karena dulunya di tempat tersebut banyak terdapat mata air. Nama tersebut bertahan sampai sekarang. Meskipun hanya sebatas nama yang menjadi kenangan kondisi tempat tersebut beberapa waktu lalu.
Tulisan singkat ini, sedikitnya memberikan pemahaman bahwa ada sebuah cerita yang bisa diketahui dari nama tempat yang digunakan. Di dalamnya terdapat cerita masa lalu dari kehidupan masa lalu yang diawetkan dalam bentuk sebuah nama. Kini, tak banyak yang diketahui. Perubahan dipermukaan bumi tidak hanya memberikan kemajuan bagi kehidupan manusia tapi juga menghilangkan entitas yang seharusya dijaga.

Iklan