SABANA DI TENGAH BELANTARA TROPIS

            Terdapat hal menarik dari sebuah kenampakan persebaran flora di Indonesia. Yang konon kabarnya, persebaran flora tidak sama dengan persebaran fauna yang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan iklim khususnya curah hujan. Informasi yang didapat, akan nampak seragam. Paling tidak semenjak sekolah menengah pertama sampai yang berkembang di sekolah menengah atas, bahwa persebaran flora di Indonesia sesuai dengan persebaran dan jumlah curah hujan. Kondisi tersebut yang membawa kita pada pemahaman bahwa dengan curah hujan yang relatif sedikit, dengan suhu yang panas, namun tidak terlalu kering untuk berkembangnya gurun pasir. Maka, di kepulauan Nusa Tenggara Timur, terdapat banyak padang rumput atau yang lebih dikenal sebagai sabana tropis. Namun, benarkah hanya ada di Nusa tenggara saja? Bagaimana dengan di daerah lain, apakah mungkin terdapat padang rumput?. Seperti yang terdapat di Taman Nasional Baluran. Tepatnya di Banyuputih, Situbondo Provinsi Jawa timur.  Taman Nasional yang merupakan tempat konservasi Banteng, rusa dan fauna lainnya.

            Seolah terbuai dengan sebuah istilah bahwa kalimantan merupakan paru-paru dunia, pemegang peran penting kestabilan suhu udara global (global climate) dan pulau dengan populasi hutan tropis terluas setelah Brazil. Hal tersebut memberikan sebuah pemahaman bahwa Kalimantan adalah identik dengan hutan tropis. Secara global, dapat dipastikan hutan tropislah yang mendominasi vegetasi utama di Kalimantan. Namun, sebuah ketertarikan untuk mencari, lokal-lokal kecil yang bisa menunjukan adanya sebaran flora yang lain selain hutan tropis di pulau ini. Meskipun, seolah tidak mungkin, tetapi perlu dipahami juga bahwa karakteristik dari kondisi geografis yang sedikit bervariasi dapat memberikan variasi baru dan pola-pola baru pada fenomena yang muncul. Dan, hal tersebut yang memungkinkan di Kalimantan selatan dapat ditemukan sebaran sabana tropis, meskipun tidak seluas yang ada di Nusa tenggara timur.

                Pada akhirnya, kedua pertanyaan di atas dapat dijawab. Sebaran sabana tropis ternyata tidak hanya ada di Nusa tenggara timur saja. Khususnya di Kalimantan, sebaran sabana tropis sebagai vegetasi dominan yang dapat tumbuh terdapat di Lontar kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kota Baru, Pulau Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti yang nampak pada ketiga foto di atas. Foto yang dapat memberikan informasi lain mengenai sebaran flora di kalimantan. Meskipun menunjukan tempat yang berbeda, karena memang di ambil di tempat yang berbeda, tapi masih berada di wilayah yang berdekatan. Hal tersebut, cukup memberikan sebuah bukti bahwa di tengah hutan tropis pun, dapat tumbuh berkembang sabana tropis.

Jika diperhatikan, faktor apa yang dapat mempengaruhi terbentuknya sabana di Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia selain Indonesia?. Faktor curah hujan yang besar mencapai > 2500 mm/tahun menjadi faktor penghambat untuk tumbuhnya sabana tropis. Rata-rata temperatur yang yang mencapai 28O C-32O C pun tidak cukup panas untuk membuat permukaan bumi menjadi kering. Bagaimana dengan variasi topografi?. Jika, merunut pada klasifikasi iklim yang dibuat oleh W. Junghun. Bahwa, pada ketinggian yang lebih dari 2500 mdpl, tidak terdapat lagi tumbuhan budidaya. Pada ketinggian ini hanya terdapat rumput dan lumut saja. dikarenakan suhunya yang berkurang drastis. Sebab, vegetasi rumput merupakan tanaman yang dapat tumbuh di segala bentuk medan dan variasi topografi. Bersama dengan lumut, mereka menjadi tumbuhan perintis yang mengawali suksesi dari suatu ekosistem.

Lontar_Panorama
Sabana tropis di Lontar
sumber : koleksi pribadi (2010)

Lontar_Panorama1
Sabana tropis di Lontar
sumber : koleksi pribadi (2010)

Kemungkinan terakhir adalah adanya peran angin serta site dan location  yang memungkinkan sabana tropis itu dapat tumbuh. Dalam hal ini adalah angin fohn. Adalah istilah untuk menjelaskan angin yang terbentuk di daerah pegunungan atau perbukitan. Angin tersebut, berhembus melewati daerah bayangan hujan (rain shadow), yang berakibat pada berkurangnya pasokan hujan yang turun di daerah tersebut. Sehingga, vegetasi yang tumbuh tidak sebanyak di daerah yang berhasil menangkap hujan lebih banyak.

fohn
proses terbentuknya angin fohn
sumber : http://www.blogs.unpad.ac.id

Lontar sendiri berada di dekat pantai, dan sabana yang dimaksud berada di ketinggian 40 mdpl. Seperti yang diketahui bahwa karakteristik hujan di Indonesia, untuk wilayah sebelah timur akan lebih sedikit menerima hujan di bandingkan dengan wilayah di sebelah barat. Ditambah dengan pengaruh iklim pantai yang membuat sabana dapat tumbuh dengan baik, seperti pada dua gambar di atas, nampak terlihat pantai (selat laut). Pengaruh iklim pantai dan topografi nampaknya lebih mendominasi keberadaan sabana di wilayah Lontar. Meskipun tidak seluas dan se-eksotik di Nusa tenggara Timur, tetapi hal ini menunjukan bahwa adanya variasi geografis yang berpengaruh pada persebaran vegetasi di suatu tempat.

Semoga bermanfaat.