Building A Reseach Experience for Students in Senior High School

Lupakan dulu sejenak, tentang judul yang sengaja ku tulis dengan bahasa Inggris. Itu, hanya sebatas untuk menunjukan bahwa apa yang kutulis harus berkesan bagi siapa pun yang membacanya.
Memulai sebuah penelitian, bagi seorang siswa sekolah menengah atas (SMA), berarti memulai untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan motivasi belajar yang sebenarnya. Karena, dengan penelitian rasa ingin tahu siswa dapat tumbuh dengan subur. Berikut ini adalah beberapa tips, tentang bagaimana sebuah penelitian dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1.  Kenali fenomena geografi disekitar mu
Ok, saya rasa tidaklah sulit untuk melihat, mengalami atau bahkan merasakan fenomena geografi. Karena, fenomena tersebut bukanlah sebuah barang baru. Hanya saja, kita (siswa) belum mempunyai cukup pengetahuan untuk menyebutkan bahwa itu adalah sebuah fenomena geografi.
Sejenak kita lihat, bahwa geografi dibangun oleh lima pilar penting, yaitu atmosfer (udara), litosfer (kulit bumi), antroposfer (manusia), biosfer (flora dan fauna) dan hidrosfer (air). Semuanya itu tergabung ke dalam satu istilah yang kemudian dikenal dengan GEOSFER. Kelima pilar tersebut, yang selanjutnya menjadi topik kajian dari geografi sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

image
Sumber : http://www.kampus-info.com/2012/11/contoh-fenomena-geosfer.html?m=1

Geografi erat kaitannya dengan “bagaimana hubungan manusia dengan alam disekitarnya”. Sehingga, fenomena geografi itu, harus selalu melibatkan manusia sebagai objek dan juga sebagai subjek terhadap alam disekitarnya.
Contoh :
a. Sekolah dan sampah
b. Suhu udara dan keberadaan pepohonan
c. Manusia dan sumber air
d. Penggunaan lahan dan jenis pekerjaan penduduk.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah sebuah fenomena geografi, di dalamnya mempunyai sejumlah unsur-unsur yang satu sama lainnya mempunyai keterpautan (hubungan). Seperti halnya, unsur-unsur yang terkait dengan sekolah seperti “letak, kondisi gedung sekolah, jumlah siswa, kondisi sosial ekonomi siswa dan lain sebagainya. Sedangkan sampah, terkait dengan jenis sampah, asal sampah, sifat sampah (terurai, tidak terurai), bernilai ekonomis atau tidak dan lain sebagainya”. Hal ini penting karena, dapat memudahkan siswa untuk belajar membuat pertanyaan penelitian yang disukainya.

2. Belajarlah membuat pertanyaan penelitian, untuk menjawab rasa ingin tahu mu.
Inilah yang menjadi pembeda antara siswa yang harus bertanya dikelas dengan siswa yang “dituntut” bertanya dalam bentuk sebuah kalimat tanya. Tidak ada di dalamnya terkandung unsur malu. Malu diejek sama teman, karena “ah maneh, kitu wae teu nyaho” atau “ah kamu, gitu aja tidak tahu”. Sehingga, siswa terhindar dari rasa direndahkan oleh “peer” atau teman sebayanya. Meskipun, pertanyaan penelitian yang dibuat itu salah, janganlah malu karena disitu ada guru geografi mu yang senantiasa   membimbing mu dan memberikan arahan bagaimana membuat pertanyaan penelitian yang baik dan benar. Berikut adalah tipsnya :
a. Awali setiap pertanyaan dengan menggunakan formula 5W+1H (terkadang beberapa orang yang lain lebih senang menggunakan 4W+1H).
Contoh :
a. What (apa).
Jenis sampah apa yang dominan berada di sekolah?
b. Where (Dimana)
Diruang manakah di sekolah dominan sampah berasal?
c. When (Kapan)
Jika dilihat dari waktunya, kapan populasi sampah bertambah banyak?
d. Why (kenapa)
Kenapa jumlah sampah jenis plastik lebih banyak dari pada jumlah sampah lainnya?
e. How (Bagaimana)
Bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan dapat diterapkan disekolah?
Empat pertanyaan di atas, merupakan bentuk pertanyaan sederhana yang sangat mudah dibuat. Sehingga, mereka (siswa) dapat dengan senang hati mencari jawaban dari apa sebelumnya telah mereka tanyakan. Bagaimana membuat pertanyaan penelitian untuk contoh topik b-d?

3. Saatnya untuk mengumpulkan “data penelitian”
Percaya atau tidak, bagian ini adalah tahapan yang paling mengasyikan. Tahu kenapa?, karena kita (saya dan kamu para siswa) sedang dihadapkan pada sebuah “keyakinan” bahwa apa yang sedang dicari akan mampu menjawab semua yang kita tanyakan sebelumnya. Namun terlebih dahulu, kita harus menentukan dulu siapa, apa atau mana yang menjadi populasi dan sampelnya.
Masih terkait dengan sekolah dan sampah. Yang menjadi populasinya ada sekolah dimana kamu belajar dengan keseluruhan siswa dan warga sekolah lainnya termasuk pedagang kantin. Sedangkan yang menjadi sampelnya adalah bisa siswa kelas X, XI atau XII dan ruangan kelas X, XI, atau XII. Pilih salah satu saja jangan semuanya. Karena, penelitian itu melihat sesuatu yang kecil.
Tahapan selanjutnya dari usaha mengumpulkan data adalah kita harus menentukan alat apa yang dipakai buat mendapatkan datanya?. Susah?!!, eits tunggu dulu. Tahapan ini tidaklah susah. Karena kamu sudah melalui tahapan 3 tahapan sebelumnya dengan baik. Kita buat saja beberapa pertanyaan (kuesioner) buat diisi oleh teman-teman mu satu sekolah (ingat satu kelas saja, jangan semuanya). Seperti :
a. Nama :
b. Kelas :
c. Kebiasaan :
1). Mana yang jadi kebiasaan mu ketika jajan :
a). Gak pernah jajan, karena suka bawa bekal dari rumah
b). Suka jajan tapi bawa tupperware, jadi gak usah nyampah
c). Suka jajan tanpa bawa wadah
2). Jajanan apa yang paling disuka?
a). Seblak dalam kemasan stirofoam
b). Mie Bakso
c). Lontong
d). Air kemasan plastik
e). ……lainnya sebutkan
3). Apa yang kamu lakukan dengan kemasan pembungkus makanan yang kamu beli?
a). Buang ke tempat sampah
b). Buang ke kolong meja
c). Buang ke tempat sampah sesuai dengan sifat sampahnya.
Jawaban dari pertanyaan 1),2) dan 3) dapat digunakan untuk menjawab what, where dan how.

4. Saatnya pengolahan data.
Kamu pernah buat tabel dan diagram batang bukan? Atau pastinya kamu pernah dapat materi di mata pelajaran matematika yang membahas mean, median dan modus? Nah, data yang telah terkumpulakan kita buat mean, disajikan dalan tabel dan dibuatkan grafiknya (terserah mau diagram batang, lingkaran atau donat).

image
Sumber: http://tampubolontiaman.blogspot.com/?m=1

5. Ini yang terakhir, Kita buat laporannya. Panduannya ada di buku paketmu, tinggal di baca saja ya!!.

Sekian tulisan tentang “bagaimana sebuah penelitian dapat dilakukan?”, semoga bermanfaat.
Terima kasih.

Iklan