Wilayah itu apa?

Tulisan ini sengaja dibuat, untuk menambah rasa ingin tahu tentang WILAYAH dan sekaligus untuk share beberapa pemahaman dangkal tentang WILAYAH itu sendiri.
Emmm, saya bingung harus mulai dari mana?. Ok…ada beberapa contoh sederhana. Pas kita kelas X, waktu belajar geografi tentang pembagian batas wilayah laut. Masih ingat kan!!?. Ada yang disebut dengan “laut teritorial”. Yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil laut, diukur dari garis pantai terluar. Dengan kata lain, dari pantai sampai sejauh 12 mil laut itu adalah luas laut negara yang bersangkutan dan semua sumberdaya alam di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh negara itu.
Terus ada lagi. Pas lagi belajar biologi, ada perilaku dari beberapa Primata dan Canidae yang sering menandai daerah kekuasaan dengan air seninya. Hal tersebut dilakukan sebatas untuk menjaga eksistensi keberadaan individu dalam ekosistemnya.
Sampai pada…satu provider seluler, yang akan terus melakukan invasi ke semua pelosok daerah di nusantara. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan marketnya bisa semakin luas dan semakin terdepan dalam pemenuhan kebutuhan telekomunikasi masyarakat.
Terus kalau ini masih bisa dijadikan contoh gak ya?. Satu maskapai penerbangan domestik, terus membuka jalur penerbangan kesemua daerah di Nusantara. Dari daerah yang ramai ke daerah yang terpencil sekalipun.
Dari empat contoh tadi, saya akan coba buatkan visualisasinya.

Gbr.1 jangkauan provider selular dan tujuan penerbangan

Dari visualisasi tersebut, ternyata wilayah itu punya luas, punya arah perkembangan, punya sumber atau inti. Seperti halnya difusi budaya. Akan terus menyebar dan akan terus meluas seiring dengan migrasi manusia dan interaksi manusia di dalamnya.

PEMBAGIAN WILAYAH
Dalam geografi, istilah wilayah sama juga dengan region. Namun, tidak sama halnya dengan area, zone/kawasan dan daerah. Wilayah dapat diartikan sebagai satu tempat dipermukaan bumi dengan ciri khas tertentu dan dapat dibedakan dengan tempat lain disekitarnya.
1. Wilayah dibentuk dari kesamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki dari satu objek, fenomena dipermukaan bumi. Seperti wilayah pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering. Sederhana sekali, hanya dengan melihat karakteristik dari pertanian, kita sudah membuat satu regionalisasi tentang pertanian.
2. Wilayah dibentuk dari kesamaan ciri fisik wilayah. Seperti wilayah pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan. Ciri fisik yang digunakan adalah ketinggian atau topografi.
3. Wilayah dibentuk dari kesamaan penggunaan lahan. Seperti wilayah permukiman dan industri
Dan lain sebagainya… (bersambung).

Gak Perlu Judul

Lihat kaki mu?
iya!…kenapa?!
Lihat tangan mu?
iya!…kenapa?!
Pakai telinga mu?
iya!…kenapa?!
Pakai mata mu?
iya!…kenapa?!
dimana masa depanmu?
masih ku kantongin!..
kemana semuanya pergi?
Kaki ku?, Tangan ku? coba lihat?!….semua hilang!!
Mataku?, Hidungku, Telingaku?!….hilang juga!!
hidup mu ?
ga jelas.

=====++(FG)++=====

Hey…
kau bukan mentari dan bukan pula semilir angin yang dapat menyegarkan gerahnya jiwa

kau bukan pula awan yang nampak padat berisi namun hampa saat didekati, walau terkadang hitam dan menakutkan..

kau bukan fatamorgana yang nampak kepanasan, seolah terbakar.

Kau bukan kilatan petir yang saling bersahutan membelah sunyi saat hujan jatuh.

Kau juga bukan persimpangan jalan yang harus memaksaku tuk berhenti sejenak melepas kebingungan, ragu tuk melangkah dan diam sampai mati.

kau…

=====++(FG)++=====

Tak ketik tak ketik…terus ku tekan bergantian papan ketik di hadapan ku..
Tak ketik tak ketik… bergantian abcd efgh yang ku tekan
Tak ketik tak ketik… terus ku ketik
Tak ketik tak ketik… gantian gelas kosong ku isi..
Penuh…ku minum, kosong…ku isi lagi dan perut ku bergetar.

Tak ketik tak ketik…terus ku tekan bergantian papan ketik di hadapan ku..
Tak ketik tak ketik… bergantian abcd efgh yang ku tekan
Tak ketik tak ketik… terus ku ketik

Gantian berdetik jam dinding di larut malam.
sambil bilang, jam…aku belum ngantuk.
eh udah malam…kenapa emangnya? masalah buat lo?…
ha ?!!! jamnya bisa ngomong….

=====++(FG)++=====

Ada yang unik di Alun-alun

Pernah gak coba perhatiin keadaan di sekitar Alun-alun dimana kamu tinggal? Atau pas lagi jalan-jalan ke satu tempat dan kebetulan lewat ke alun-alunnya. Jawabannya pasti pernah. kalau yang bukan hanya sekedar jalan-jalan, akan bertanya “kenapa di alun-alun itu selalu ada tanah lapangnya, pohon beringin, ada jalan yang bernama jalan kaum yang letaknya tepat di belakang masjid besar dan tak jauh dari lapang, ada pasar, terminal, rumah sakit dan sebagainya?”. Bahkan yang tak kalah uniknya, dibeberapa daerah ada satu kampung yang namanya “kampung babakan”. Tapi pertanyaannya kenapa bisa demikian ya? Apakah semua alun-alun seperti itu kondisinya? Sebagai perbandingan, yuk kita lihat beberapa alun-alun yang ada di jawa barat.

1. Alun-alun Bandung.
Nah kita mulai dari alun-alun ibu kota provinsi Jawa Barat. Tepatnya alun-alun kota Bandung. Kebetulan alun-alun ini berada relatif di tengah kota, maka dapat dipastikan semua orang akan mudah mengaksesnya. Untuk mempermudah interpretasi, digunakan citra dari google maps dari tiap alun-alun yang hendak di bandingkan agar lebih cepat dan efisien.

Sumber : Google maps 2012

Dari hasil interpretasinya, ada empat unsur utama. pertama ada lapangan. Kedua, ada masjid besar yang tepat berada di samping kiri lapang dan yang ketiga ada kompleks pendopo serta jalan Dalem kaum di sebelah selatan Masjid. Terus kalau pohon beringin sama kampung yang bernama Babakannya mana?. Pemukiman di sekitar Alun-alun dengan nama Babakan, terletak agak jauh tersebar kesegala penjuru kota Bandung, seperti Babakan Surabaya, Babakan Ciamis dan lain sebagainya. Nah kalo pohon beringinnya? Sudah hilang bersamaan dengan di renovasinya lapangan menjadi taman dan masjid yang lama menjadi masjid yang ada sekarang. Coba cek deh buku “Bandung Tempo Doeloe”…
Kondisi saat ini, alun-alun kota Bandung menjadi tempat yang sangat ramai dan juga merupakan pusat bisnis (central business district) juga. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa pusat perbelanjaan dan pusat jasa lainnya yang berada disekitar alun-alun kota Bandung. Sebut saja Palaguna, Kings, Kantor pos besar, dan yang tidak boleh dilupakan adalah alun-alun kota Bandung juga merangkap sebagai terminal atau pangkalan Damri trayek Alun-alun-Ciburuy (Kabupaten Bandung barat). Jalan Dalem kaum pun sekarang menjadi salah satu jalan terpadat dan termacet. Selain dari pada itu, jalan ini berfungsi ganda selain untuk kendaraan juga untuk pedagang kaki lima.

2. Alun-alun Ujungberung
Setelah kita lihat kondisi alun-alun kota Bandung, berikutnya adalah alun-alun Ujungberung di sebelang timur kota Bandung. Alun-alun ini dapat dengan mudah di lihat karena sering dilalui kendaraan umum antar kota. Masih menggunakan image dari google maps.

Sumber : Google maps 2012

Dari image di atas, kebetulan udah ditandain, dapat di ketahui :
A. Pasar
B. Bank BRI
C. Masjid besar ujung berung
D. Terminal angkutan kota Ujung berung-Ciwastra
E. Kompleks biaga dan mantan bioskop Astor
F. Lapangan alun-alun
G. Rumah sakit
H. Kompleks kantor kecamatan ujung berung, SMP N 8 Bandung, kantor pos dan tak ketinggalan jalan kaum di sebelah utara masjid besar Ujung berung

Coba perhatikan komposisi yang ada di Alun-alun Ujungberung dengan Alun-alun Bandung?. Keduanya memperlihatkan kesamaan, Seperti halnya, alun-alun sebagai pendukung kehidupan beragama. Maka dibangunlah masjid sebagai sarananya. Alun-alun sebagai pusat niaga, maka berdirilah pasar, kompleks pertokoan dan lain sebagainya. Juga fungsi-fungsi lainnya seperti pemerintahan, maka ada pendopo, keraton (kasus di alun-alun Jogjakarta), kantor kecamatan dan upacara atau pertunjukkan kesenian yang diselenggarakan di lapangan.
kedua alun-alun tersebut berkembang dengan sendirinya, menampakkan ciri dan fungsi sosial budaya masyarakatanya. Kenapa demikian? Karena pada awalnya Alun-alun diharapkan menjadi satu tempat yang sentral, dimana banyak orang dari berbagai kalangan dapat berkumpul dan beraktifitas di tempat tersebut.

3. Alun-alun kecamatan Ciparay kabupaten Bandung
kecamatan Ciparay merupakan yang terakhir yang dijadikan sampel. Komposisi pada alun-alun kecamatan Ciparay sama seperti komposisi dua alun-alun sebelumnya. Terdapat lapangan utama, masjid, pasar, kantor kecamatan dan polisi serta fasilitas umum lainnya. Yang menjadi pembeda adalah lapangan di alun-alun kec. Ciparay berfungsi sebagai pasar dan terminal angkutan umum pada siang hari dan berubah menjadi stand pedagang kaki lima pada malam hari. Lebih jelasnya disajikan pada citra berikut.

Sumber : Google maps 2012

A. Pasar
B. Bank BRI
C. Masjid besar Ciparay
D. Terminal angkutan kota CIparay-Tegalega
E. Kompleks kecamatan ciparay
F. Lapangan alun-alun
G. Kantor POLSEK
H. Kantor Pegadaian
I. Satu pohon beringin kecil di kompleks kecamatan

Tiga bentuk pola alun-alun kecamatan sudah disajikan. Semua memperlihatkan bentuk pola yang hampir sama antara satu dan yang lainnya. Tapi sebenarnya alun-alun itu apa? Apa fungsi sebenarnya? Apakah alun-alun di set sebagai satu tempat yang paling ramai dibandingkan dengan tempat lainnya yang berada disekelilingnya? Kenapa semrawut? Berikut penjelasan singkatnya.
Alun-alun merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam.di buat oleh fatahillah, Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386). biasa digunakan yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. Alun-alun bukan hanya sekedar lapangan terbuka yang luas, tetapi ditandai juga dengan adanya bangunan-bangunan yang utama yang mempunyai fungsi tertentu. Hal tersebut dibuktikan oleh ketiga sampel yang telah disajikan sebelumnya.
Pada awal terbentuknya, alun-alun berfungsi yang beragam tidak seperti yang nampak sekarang. Perkembangannya dipengaruhi oleh budaya masyarakatnya yang meliputi tata nilai, pemerintahan, kepercayaan, perekonomian dan lain-lain (wikipedia). Sebagai contoh adalah adanya fungsi sosial budaya yang dapat dilihat dari kehidupan masyarakat dalam berinteraksi satu sama lain, apakah dalam perdagangan (dengan adanya Pasar), pertunjukan hiburan ataupun olah raga (Lapangan yang luas). Mungkin ini sebagai kebetulan, kenapa terdapat Masjid?. Masuk dan berkembangnya Islam dan sasmpai menjadi yang dominan menjadi penyebabnya.
Letak yang relatif berada di tengah, memungkinkan semua penduduk dapat mengakses dengan sangat mudah. Adanya kemungkinan konsentrasi penduduk dalam jumlah banyak, hal itu direspon dengan hadirnya berbagai alat, bangunan, dan jasa yang bisa membantu terpenuhinya kebutuhan penduduk tersebut. Apa itu yang membuat Alun-alun menjadi semrawut, akrab dengan macet?

Pendekatan Geografi

Selama belajar tentang geografi, pastinya kita tidak akan lepas dari yang namanya pendekatan (approach). Pendekatan ini digunakan sebagai saran untuk menganalisis setiap fenomena yang terjadi. Pendekatan (approach)geografi tersebut diantaranya :

  1. Pendekatan keruangan(spatial approach) menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang (waluya,2009:10). Pendekatan keruangan termasuk di dalamnya melihat unsur-unsur sosial, budaya dan fisik alamiah serta memperhatikan lokasi dan persebarannya di dalam ruang. Contohnya :keberadaan lokasi dari kawasan industri textil di kabupaten Bandung (Dayeuh kolot dan Rancaekek) berada dekat dengan akses tol? kenapa tidak di tengah-tengah pemukiman penduduk seperti yang ada di Majalaya?.

    sumber: https://foursquare.com/v/gerbang-tol-moh-toha
  2. Pendekatan kelingkungan(ecological approach) menganalisis fenomena geografis berdasarkan interaksi manusia dan unsur lingkungan (abiotik dan biotik) yang ada disekitarnya. Contohnya : Munculnya industri di sekitar pemukiman warga dapat menjadi bumerang bagi ketersediaan sumberdaya air yang ada disekitarnya.
    sumber:http://images.travelpod.com

    seperti sungai yang biasa di pakai untuk kebutuhan air baku warga dapat tercemar oleh limbah industri yang dibuang langsung ke sungai. tapi, hal tersebut diperparah ketika warga pun menjadikan sungai sebagai pembuangan limbah rumah tangga yang mereka hasilkan. hasilnya adalah sungai akan semakin tercemar dan kehidupan biota di dalamnya pun akan terancam keberadaannya bahkan punah.

    sumber : tabloid nova
  3. Pendekatan kewilayahan (regional approach) menganalisis fenomena geografis dengan menggabungkan pendekatan kelingkungan dan pendekatan keruangan secara komprehensif . Contohnya : fenomena urbanisasi di berbagai kota besar dewasa ini cenderung tidak bisa di kontrol. urbanisasi hadir karena perbedaan potensi dan daya dukung untuk hidup di pedesaan dengan di perkotaan. hal itu didukung pula oleh lancarnya sarana transportasi dan teknologi informasi. kenyataan yang timbul adalah kedatangan kaum urban tidak bisa di tampung sepenuhnya oleh kota, dikarenakan daya dukung kota pun terbatas. akibatnya, mereka muncul sebagai kaum marginal yang sulit untuk mendapat tempat layak untuk hidup yang bertempat tinggal di sempadan sungai, bawah jembatan dan atau tempat-tempat kumuh lainnya.

selamat belajar dan sukses….

Konsep-konsep esensial di Geografi

Kata siapa belajar geografi itu susah? dan kata siapa pula belajar geografi itu asik? yang benar adalah belajar geografi itu sangat asik dan gak susah..asli!. nah untuk ngebuktiinnya, saya akan coba jelasin tentang “Konsep-konsep esensial di Geografi”..silahkan di lihat :
satu waktu pas mau jalan-jalan ke Pangandaran dari Bandung. tentunya pake kendaraan, paling tidak bis. da soalnya gak mungkin kalo jalan kaki….capeeeeeeeeee. Dari Bandung, sekitar 220 Km jarak yang harus ditempuh dengan waktu sekitar 6-7 jam (Jarak absolut dan jarak relatif). satu-satunya bis yang bisa membawa kita ke Pangandaran cuma BCB Budiman.
eeh eh tapi tau gak pangandaran itu dimana? Pangandaran itu ada di Kab. Ciamis berbatasan langsung ama Samudera Hindia dan diapit oleh dua kecamatan lain yaitu Kalipucang dan Sidamulih. tapi yang pasti Pangandaran ada di 7 69’ 73” LS dan 108 65’ 65” BT (Lokasi relatif dan lokasi absolut).
Kebetulan rumahku di daerah Ciparay, jadinya harus ke Terminal Cicaheum dulu. di sekitaran Dayeuhkolot dan Palasari itulah tempat yang bisa bikin lama perjalanan alias macet. kenapa bisa? ya disitu tempat kumpulnya industri textil dan sekaligus kawasan Industri dengan status “Kawasan Berikat” (Aglomerasi/Pengelompokan). apalagi kalo lewat pas jam tukar shift kerja. OK…sebetulnya bisa juga lewat tol. masuk di gerbang tol Moh. Toha dan keluar di tol Cileunyi. lumayan bisa hemat waktu 1-2 jam karena pastinya bebas macet. kan jalan tol = jalan bebas hambatan (Aksesibilitas/keterjangkauan). tapi karena pake mobil umum ya gak bisa lewat jalan tol. Sepanjang jalan, yang dilihat cuma barisan rumah warga yang sengaja di bangun dekat dengan jalan. sesekali berganti sawah terus pabrik. pastinya tak dijumpai kebun atau pemanfaatan lahan agraris lain karena ini arahnya mau ke pusat kota (Pola).
ada yang lebih unik lagi pas nyampe di terminal bis Cicaheum. dari mulai armada bis, pedagang, pengamen mereka hidup berdampingan pada satu tempat yang sama, berjlan dengan keberagaman/heterogenitas yang melambangkan ciri dari kehidupan masyarakat kota. armada Bis untuk nganterin penumpang ke tempat tujuannya dan memungkinkan adanya transfer produk sosial dan budaya ke tempat yang lainnya (Interelasi/keterkaitan ruang). beda lagi sama pedagang dan asongan mereka melihat terminal sebagai tempat menjemput rizki bagi keluarganya.. bisa ya?!(land utility/kegunaan tempat)
ok…kabarnya saya gak kejebak macet dan langsung dapat bis yang bisa langsung nganter ke Pangandaran. 1 jam berikutnya memasuki daerah Cicalengka, perubahan mulai terlihat. yang tadinya jalan baik-baik saja(lurus maksudnya) sekarang jadi naik-turun dengan belokan tajam. beda banget dengan tadi pas di Bandung (Morfologi). jadi inget sebuah lagu..hirup mah aya turun jeung tanjakan moal salilana datar. perlu di ketahui juga jalanan seperti ini akan lebih mendominasi sampe nanti tiba di daerah Emplak kec. kalipucang. lain halnya dengan ke Ancol, jalannya baik-baik saja (diferensiasi areal/perbedaan wilayah). singkatnya..6 jam kemudian nyampe di gerbang masuk kawasan wisata pantai Pangandaran. tepat di bunderan yang ada patung ikannya.
abis itu … lets enjoy your vacation…

ok….sekin cerita tentang konsep-konsep geografinya…selamat belajar dan sukses…

Jalan-jalan ka Baleendah

Siapa yang tidak kenal dengan Baleendah? Begitu pertama kali disebutkan nama ini, pasti semua orang tertuju pada “Banjir di Kampung Cieunteng juga Andir”. Ya, Banjir seolah-olah menjadi trademark yang khusus untuk mengambarkan dan mewakili tempat yang satu ini. Kalau dilihat dari tinjauan sejarah, Baleendah merupakan satu tempat yang telah orientasikan sebagai Ibukota Kabupaten Bandung. Gara-gara banjir tersebut, orientasi indah tersebut tidak seindah nama Baleendah dan Ibukota pun pindah ke tempat yang relatif aman yaitu Soreang. Namun, apakah hanya banjir saja yang bisa menjadi kenangan ketika kita menyebutkan nama Baleendah? Tentu tidak dan jangan seperti itu. Tidak adil rasanya, jika hanya melihat satu tempat dari satu sisi saja. Sebetulnya, ada banyak yang dapat dilihat ketika melewati Baleendah.
Baleendah sendiri merupakan kecamatan di Kabupaten Bandung, yang berbatasan dengan Kec. Ciparay di timur, Kec. Bojong soang di Utara, Kec. Pameungpeuk di barat dan Kec. Arjasari dan Banjaran di selatan. Terdapat 4 kelurahan (Jelekong, Manggahang, Baleendah dan Andir) serta 7 desa (Bojongmanggu, Langonsari, Sukasari, Malakasari, Bojongmalaka, Rancamulya dan Rancamanyar). Jadi apa yang bisa dilihat?diantaranya ada objek fisik alamiah, sejarah dan sosial budaya.

1. Curug Cangkring
Curug Cangkring yang terletak di kampung Cilayung, kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah. Akses menuju curug ini hanya 15 menit perjalanan dari alun-alun Ciparay, dengan menggunakan angkutan kota mengikuti jalan Laswi ke arah kota Bandung. Sampai di pangkalan Ojek SMP PGRI Baleendah, terus berjalan sejauh ± 1,5 Km dengan jalan aspal yang tidak terlalu bagus ke arah selatan, melewati bekas penambangan batu, TPA Jelekong, ladang singkong milik warga. Curug cangkring masih jauh, tapi terdapat view yang sungguh menarik. Pandangan ke arah utara, tepat dimana kota Bandung berada. Nampak terlihat kelokan Ci tarum, seolah saya sedang berdiri di atas bukit batas danau Bandung sebelah selatan.

Jangan membandingkan curug Cangkring ini dengan curug lainnya seperti maribaya, curug dago yang sudah terkenal duluan. Curugnya masih tersembunyi, karena masih harus menuruni bukit yang lumayan terjal sejauh ± 30 m. Mengikuti jalan setapak dan suara gemercik air yang sangat jelas terdengar ditengah kesunyian alam pedesaan.
Curug setinggi ± 25 m, berada pada ketinggian ± 800-900 mdpl dengan debit air yang cukup deras mengalir di atas hamparan andesit yang nampak kehitaman. Curug yang mempunyai empat teras ini nampak indah di antara rimbunnya pohon aren, bambu dan beberapa jenis pohon semak lainnya. Tak ada satupun sampah yang berserakan, kecuali dedaunan yang jatuh ke tanah, membuat curug ini masih terlihat alami dan masih terjaga sangat baik.

2. Situ Sipatahunan
Situ atau dikenal juga dengan danau (Indo,red), merupakan satu bentukkan alam berupa cekungan/basin yang relatif luas dan dapat menampung air dalam jumlah banyak baik dari aliran sungai ataupun dari air hujan. Lokasi Situ Sipatahunan ada di 07O 00’30” LS – 07 O 01’00” LS dan 107O 37’30” BT – 107O 38’00” BT pada ketinggian ± 700 mdpl. Termasuk wilayah kelurahan Baleendah Kec. Baleendah kab. Bandung. Tidak jauh dari tugu Kujang, hanya ± 1 km ke arah timur, situ ini dapat diakses dengan sangat mudah.

Meski tidak begitu dikenal seperti halnya situ Cileunca, situ Patengan dan situ Ciburuy. Situ Sipatahunan ini mempunyai kualitas air yang baik dan berperan penting bagi keseimbangan lingkungan dan daya dukung terhadap kehidupan penduduk di sekitarnya dan dimanfaatkan untuk keperluan air baku, air minum dan irigasi pesawahan. Sekilas ketika melihat situ ini, bisa disimpulkan bahwa “situ dengan keadaan yang baik perlu dipertahankan dan perlu dilestarikan. Keberadaan situ akan terasa sangat penting ketika persediaan air pada saat kemarau menipis.” Alaminya, situ merupakan satu cara alam untuk melaksanakan konservasi sumberdaya air, beda dengan pembuatan DAM/Waduk. Keberadaan situ Sipatahunan ini perlu dijaga dan tetap dipelihara kelestarian serta keseimbangan ekosistem didalamnya. Jangan sampai, situ Sipatahunan ini menjadi situ berikutnya yang akan hilang dan hanya akan meninggalkan nama seiring dengan berjalannya pembangunan daerah.

3. Taman Batu (Pasir paros)
Pasir paros adalah nama sebuah kampung di kelurahan Baleendah yang berada dekat dengan kompleks rumah sakit Al-Ihsan. Sebetulnya, taman batu ini bukanlah taman batu yang terbentuk secara alamiah dari hasil erosi dan sebagainya.tidak seperti taman batu yang ada di puncak pasir pawon di kawasan karst Citatah. Melainkan, lahan bekas penambangan batu yang dibuka pertama kali ketika untuk keperluan kompleks pemerintahan kabupaten Bandung yang sekarang jadi kompleks rumah sakit Al-Ihsan. Begitu informasi yang didapat dari salah seorang warga.

Lahan bekas penambangan batu yang sudah lama ditinggalkan, perlahan mulai menunjukkan hasil recovery. Bekas penambangan mulai tertutupi oleh hijaunya rumput dan terkadang jadi tempat pengembalaan kambing. Selain itu terdapat pula beberapa lubang bekas penambangan yang dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air baku dan kolam ikan.
Hanya sebatas taman batu, apa indahnya?sekilas memang tidak seistimewa tempat yang lainnya. Paling tidak, disini punya potensi untuk dijadikan salah satu lokasi untuk kegiatan fotografi dan sebagai media pembelajaran yang murah untuk menunjukkan bahwa “alam memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia”, dan lain sebagainya.

4. Monumen Perjuangan 45 (Tugu kujang)
Ini saatnya untuk belajar sejarah lokal yang tidak didapat di bangku sekolah selama apapun belajar disana. Tidak jauh dari situ Sipatahunan, tepat di perempatan jalan Laswi dengan jalan pasir paros akan nampak bangunan setinggi ± 25 meter berwarna putih dengan ornamen Kujang di puncaknya yang menghadap ke utara. Ya, bangunan itu adalah sebuah monumen perjuangan 45 yang di bangun untuk memperingati perlawanan pejuang lokal dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Warga sekitar menyebutnya dengan sebutan “Tugu kujang”. Bangunan yang diresmikan pada 20 Mei 1975 ini, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ke- 67. Di monumen ini, terdapat sejumlah reilef yang dibuat di dinding. Isinya menceritakan banyak kisah yang terjadi pada masa itu. Namun sayang, tidak ada yang bisa dijadikan informasi

tambahan selain tanggal peresmian dan relief yang menempel di dinding. Karena tidak ada petugas yang bisa dijadikan referensi atau sekedar menjelaskan tentang relief itu. Tugu ini sekarang hanya sebatas bangunan yang hanya nampak gagah terlihat, penuh dengan sampah dan berbagai coretan pengunjung yang belum bisa memaknai keberadaannya dan ramai dikunjungi pada hari minggu saja.

5. Kawasan Seni Jelekong
Siapa yang tidak kenal wayang golek? Pasti semua orang yang tinggal di Bandung dan Jawa barat pada umumnya tahu. Wayang golek adalah salah satu kesenian asli Jawa barat. Jelekong adalah salah satu tempat berkembangnya kesenian ini. selain wayang golek, terdapat pula lukisan, komunitas domba adu dan tentunya kuliner khas seperti kacang tanah dan jagung rebus, semangka yang dijual di pinggir Jalan Laswi.

6. Pasar kaget
Sama halnya dengan pasar dadakan di kawasan GASIBU pada hari minggu. Di kawasan monumen perjuangan 45 dan rumah sakit al ihsan pun berubah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Baleendah dan sekitarnya. Mengisi waktu di minggu pagi, dengan berjualan, olahraga atau hanya sekedar sarapan saja. Pasar ini hanya ada di hari minggu sampai jam 12-an saja.
Keenam objek tadi, memang bukan tempat wisata yang ekslusif yang didukung oleh sarana pendukung lainnya. Tapi, hanyalah objek wisata yang menawarkan sesuatu yang sederhana, namun bernilai pendidikan dan yang pastinya keenam objek tersebut mempunyai ketertarikan (what to see) dan dapat dikunjungi (how to stay). Secara kebetulan, keenam objek tersebut terletak pada satu garis lurus dari mulai Jelekong samping ke pertigaan POM Bensin Rencong.

Latihan soal UN 2012

1. Karakteristik yang nampak pada wilayah PANTURA yang landai dan PANTAI SELATAN Jawa yang berbukit menampakkan perbedaan ….
a. morfologi d. lokasi
b. aglomerasi e. interelasi
c. keterjangkauan

2. Wasior di Papua merupakan satu tempat di Indonesia yang telah dilanda longsor. Hal tersebut termasuk pendekatan…
a. Keruangan d. Kewilayahan
b. Kelingkungan e. fisis determinis
c. interelasi

3. Gempa bumi yang terjadi pada tahun 2004 silam di Aceh, mengakibatkan terjadinya tsunami dan dinyatakan sebagai bencana internasional. Gempa tersebut merupakan gempa tektonik berkekuatan 8,5 SR dan menewaskan ± 200.000 jiwa penduduk Aceh. Hal itu menunjukkan adanya… dalam kajian geografi.
a. prinsip keruangan
b. prinsip persebaran
c. prinsip korologi
d. prinsip deskripsi
e. prinsip interelasi dan interdepensi

4. Salah satu teori penciptaan tata surya yang mengatakan bahwa “ tata surya itu tercipta dari bertemunya dua buah bintang yang saling tarik menarik”. Teori itu dikemukakan oleh …
a. Kant dan Laplace
b. Moulton dan Chamberlain
c. F.C. van Weizsacker.
d. G.P. Kuipe
e. Sir James Janes dan Harold Jeffries

5. Berikut dibawah ini adalah anggota planet dalam (inner planets) adalah …
a. Merkurius d. Uranus
b. Juviter e. Neptunus
c. Saturnus

6. Pada pukul 15:30:10 terjadi sebuah gempa berkekuatan 5,6 SR di pantai barat Sumatera. Kemudian pada pukul 16:02:20 terjadi gempa susulan. Berapakah jarak episentrum gempa tersebut …
a. 28 km d. 30 km
b. 29 km e. 31 km
c. 32 km

7. Perhatikan gambar berikut :

Lapisan tanah yang kaya akan bahan organik terdapat pada lapisan …
a. A b. B c. C d. R e. O

8. Berikut yang merupakan metode teknik untuk mengurangi erosi adalah kecuali …
a. Guludan
b. Terras bangku
c. Parit pengelak
d. Pengolahan tanah kontur
e. Humifikasi

9. Jika suhu pada ketinggian 0 mdpl di Pangandaran adalah 21O C. berapakah suhu di Gunung Tangkuban parahu yang terletak pada ketinggian 1950 mdpl.
a. 8,9O C d. 9,3 O C
b. 10,9O C e. 11,9O C
c. 12,9O C

10. Perhatikan gambar berikut


Skema proses terjadinya angin diatas dinamakan dengan …
a. Angin frontal d. Angin Antisiklon
b. Angin siklon e. Angin Pasat
c. Angin Fohn

11. Di kota Bandung tiap 1 m3 (1 meter kubik) udara, mengandung air sebanyak 108 gram. Pada suhu 18°C udara mengandung uap air sebanyak 120 gram, maka kelembapan nisbi di kota Bandung adalah …
a. 60 % d. 70 %
b. 80 % e. 90 %
c. 95 %

12. Jika terdapat jumlah bulan basah sebanyak 5 dan bulan keringnya sebanyak 3. Tentukan klasifikasi iklim berdasarkan schmidt ferguson.
a. A d. D
b. B e. E
c. C

13. Proses erosi yang mengakibatkan semakin dalamnya dasar sungai akibat gerusan aliran sungai dinamakan …
a. Erosi vertikal d. Erosi parit
b. Erosi lateral e. Erosi lembar
c. Erosi percik

14. Pantai selatan jawa sering ditemukan adanya gelombang laut yang besar dan tebing-tebing pantai yang terjal. Tebing tersebut dinamakan …
a. Tombolo d. Barchan
b. clift e. Back whale
c. Nehrung

15. Berikut dibawah ini adalah flora endemik asal sumatera adalah …
a. Raflesia arnordi d. Eboni
b. Raflesia Patma e. Cendana
c. Salak pondoh

16. jika diketahui penduduk dengan usia 0-14 tahun 4160 jiwa, 15-65 tahun 5440 jiwa dan >65 tahun 400 jiwa. hitunglah berapa angka ketergantungannya ?
a. 83 d. 92
b. 86 e. 95
c. 89

17. Berikut adalah contoh dari peta umum adalah …
a. Peta curah hujan
b. Peta topografi
c. Peta geologi
d. Peta kepadatan penduduk
e. Peta persebaran sekolah

18. Untuk menggambar peta pada wilayah dengan lintang 90o dapat menggunakan proyeksi …
a. Proyeksi zenithal normal
b. Proyeksi zenithal oblique
c. Proyeksi zenithal miring
d. Proyeksi zenithal normal
e. Proyeksi zenithal equatoria

19. Perhatikan indicator berikut.
a. Bangunan sekolah nampak seperti “U”
b. Sungai nampak berkelak-kelok
c. Jalan nampak lurus
dari indicator di atas, dapat disimpulkan bahwa objek tersebut menggunakan unsur interpretasi berupa …
a. Rona
b. Tekstur
c. Situs
d. Asosiasi
e. Bentuk

20. Berikut manfaat pengindraan jauh di bidang oceanografi, kecuali …
a. Mengetahui besarnya sedimentasi di muara sungai
b. Menghitung kerapatan hutan mangrove
c. Mengetahui arah arus laut
d. Pengembangan pertahanan negara kepulauan
e. Menentukan lokasi penambangan minyak bumi lepas pantai.

21. Berikut dibawah ini adalah susunan yang benar dari tahapan kerja SIG adalah …
a. Mengumpulkan data-menyimpan data-mengolah data-menyajikan data
b. menyajikan data-menyimpan data-mengolah data- mengumpulkan data
c. mengolah data-menyimpan data– mengumpulkan data-menyimpan data
d. Mengumpulkan data-menyajikan data-menyimpan data-mengolah data
e. Mengumpulkan data-menyimpan data menyajikan data-mengolah data

22. Wilayah Indonesia mempunyai potensi bencana yang sangat besar. Seperti halnya gempa dan tsunami. Berikut adalah bukan manfaat SIG untuk merespon peluang bencana tersebut adalah …
a. Memetakan lokasi gempa dan tsunami
b. Memberikan perkiraan daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami
c. Memperkirakan besarnya gelombang tsunami
d. Menentukan besarnya magnitude gempa
e. Membuat rekomendasi untuk keperluan mitigasi bencana

23. Perhatikan pernyataan berikut.
a. Penggunaan lahan yang heterogen
b. Penggunaan lahan yang homogen
c. Agraris
d. Gemeinschaft
e. Geiselchaft
Yang merupakan ciri desa adalah …
a. a,b,c
b. c,d,a
c. d,b,a
d. b,c,d
e. a,c,d

24. Dibawah ini adalah kota-kota di Indonesia yang tumbuh berkembang dengan latar belakang pusat pemerintahan adalah …
a. palembang
b. Bandung
c. Jogyakarta
d. Lampung
e. subang

25. Alasan terbentuknya pola pemukiman menyebar berikut ini adalah benar yaitu …
a. akses jalan untuk menunjang kemudahan transportasi
b. Ketersediaan sumberdaya air yang Tidak merata
c. Aliran sungai yang subur dan potensial untuk pengembangan pertanian
d. Kekerabatan di antara penduduk
e. Mand land ratio di pedesaan

26. Teori struktur kota yang dikemukakan oleh burgess adalah …
a. Sektoral
b. konsentris
c. kota Inti ganda
d. kota memanjang sungai
e. Rural urban

27. Tempat “A” merupakan penghasil ayam broiler yang biasa memenuhi kebutuhan pakan ternak dari tempat “B” yang berjarak 20 Km. Namun muncul tempat “C” dengan jarak 7 Km, dia bisa memenuhi kebutuhan tempat “A”. Bentuk interaksi tersebut menunjukkan …
a. Regional complementary
b. Regional Transfer ability
c. Intervening opportunity
d. Spatial Interaction
e. Spatial distribution

28. Jumlah penduduk A = 20.000, B = 10.000, C = 30.000. jarak A-B = 50 km, B-C = 100 km. tentukan lokasi titik hentinya antara A-B dan B-C.
a. 20,74 dan 36,63
b. 36,63 dan 20,74
c. 20, 63 dan 36,74
d. 63,74 dan 36, 20
e. 74,20 dan 63,36

29. Berapa nilai indeks konektifitas dari 6 jaringan jalan yang menghubungkan 5 tempat yang berbeda.
a. 0,25
b. 0,45
c. 1,00
d. 1,50
e. 1,20

30. Perhatikan jenis-jenis wilayah berikut.
1) Wilayah kesultanan Yogya
2) Wilayah trayek angkot
3) Wilayah geologi Bandung
4) Wilayah aliran sungai Ci Kapundung
5) Dataran tinggi dieng
6) Wilayah Pantura
7) Wilayah kerja pos
Yang termasuk region nodal adalah …
a. 1, 3
b. 2, 4
c. 2, 4
d. 5,7
e. 2,7

31. Perhatikan jenis-jenis wilayah berikut.
1) Wilayah kesultanan Yogya
2) Wilayah trayek angkot
3) Wilayah geologi Bandung
4) Wilayah aliran sungai Ci Kapundung
5) Dataran tinggi dieng
6) Wilayah Pantura
7) Wilayah kerja pos
Yang termasuk region nodal adalah …
a. 2,7,6
b. 2,4,6
c. 2,4,6
d. 5,7,6
e. 1,3,6

32. Berikut ini termasuk kedalam negara anggota G-8 adalah …
a. Kanada
b. Bangladesh
c. Meksiko
d. Filipina
e. Indonesia

Pesona Curug Cangkring

Di kabupaten Bandung telah ditetapkan beberapa daerah sebagai tujuan wisata. Satu diantaranya adalah curug Cangkring yang terletak di kampung Cilayung, desa/kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah.

Rasa penasaran muncul, ketika tahu tempat tersebut dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam pandangan saya, sebuah daerah tujuan wisata adalah daerah yang harus mempunyai ketertarikan (what to see) dan dapat dikunjungi (how to stay). Pastinya tempat tersebut mempunyai sebuah keindahan. Tahu bahwa tempat itu tidaklah terlalu jauh, saya coba untuk datang dan melihat bagaimana kondisi dari curug Cangkring tersebut. Hanya 15 menit perjalanan dari alun-alun Ciparay, dengan menggunakan angkutan kota mengikuti jalan Laswi ke arah kota Bandung. Sampai di pangkalan Ojek SMP PGRI Baleendah, terus berjalan sejauh ± 1,5 Km dengan jalan aspal yang tidak terlalu bagus ke arah selatan, melewati bekas penambangan batu, TPA Jelekong dan sampailah di kawasan perbukitan yang penuh dengan ladang singkong milik warga. Belum sampai di curug Cangkring, saya sudah disuguhi view yang sungguh menarik. Pandangan ke arah utara, tepat dimana kota Bandung berada. Nampak terlihat kelokan Ci tarum, seolah saya sedang berdiri di atas bukit batas danau Bandung sebelah selatan.

Sejenak terbayang dalam benak saya, curug yang akan saya lihat, mungkinkah seindah curug maribaya, curug dago atau curug-curug lainnya. Curug yang biasanya mempunyai aliran air yang sangat deras, dengan gemuruhnya yang sangat keras dapat memecah kesunyian dari rindangnya pepohonan hutan.

Ya, curugnya masih tersembunyi. Karena saya harus menuruni bukit yang lumayan terjal sejauh ± 30 m. Mengikuti jalan setapak dan suara gemercik air yang sangat jelas terdengar ditengah kesunyian alam pedesaan.

Benar saja!!, saya sampai di curug Cangkring. Namun tidak seperti yang saya harapkan. Curug setinggi ± 25 m, yang mengalir di atas hamparan andesit, dengan empat teras. Kini yang nampak hanya hamparan teras batu saja dengan gemericik air yang tak begitu deras. Jika saja ini adalah musim hujan, pastilah Curug cangkring ini sangatlah indah!.

Curug yang berada pada ketinggian ± 800-900 mdpl, kondisi curugnya masih sangat baik, masih terlindungi oleh rimbunnya pohon aren, bambu dan beberapa jenis pohon semak lainnya Tak ada satupun sampah yang berserakan, kecuali dedaunan yang jatuh ke tanah. Curug cangkring ini letaknya cukup jauh dari keramaian, membuat curug ini masih terlihat alami. Tapi entah bagaimana jadinya jika curug ini ramai dikunjungi dan memang benar jadi salah satu tujuan wisata?.

Curug cangkring punya keindahan, walaupun bukan primadona. Karena itu yang bisa dilihat. Curug tersebut bisa dikunjungi dengan cukup mudah, walaupun tidak ada fasilitas yang bisa di dapat layaknya tempat wisata lain. Seperti halnya tempat parkir dan toilet. Disana hanya ada warung kecil yang menyediakan kebutuhan warga sehari-hari saja.

Setelah saya datang ke curug cangkring, saya berfikir bahwa ” curug ini hanya untuk para penikmat alam saja. Bukan untuk para wisatawan yang haus untuk menikmati dan semangat untuk merusaknya.

“LIO” DIATAS RAPUHNYA TANAH CITARUM (1)

Perjalanan yang singkat ini diawali dengan menyusuri jalan Toha Ramdhan, jalan aspal yang berada tepat di samping pom bensin Ciparay. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang sering digunakan penduduk yang hendak pergi ke kota Bandung via Ciwastra / Gedebage. Terus menyusuri hijaunya pesawahan yang baru ditanami kembali beberapa bulan sebelumnya. Tibalah disebuah kampong yang bernama “Parigi”. Dikampung inilah semua cerita bermula.

Tepat di atas jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Ci Rasea. Salah satu anak sungai yang bermuara di sungai Ci Tarum di Kampung sapan. Memperhatikan kondisi aliran Ci Rasea,dengan aliran yang cukup tenang, debit air yang relative kecil, karena memang saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Yang saya dapatkan dengan menyusuri sebagian aliran Ci Raesa, ternyata rindangnya greenbelt berupa bamboo yang tumbuh di sepanjang aliran Ci Rasea, tidak dapat melindungi tebing sungai dari gerusan air ketika debit air sungai meningkat. setelah mengetahui keadaan tersebut, rasa penasaran saya bertambah, untuk lebih tahu ada apa di hilir sana?!.

Seperti yang telah di sampaikan sebelumnya, bahwa aliran Ci Rasea bermuara di Ci Tarum. Dengan mengikuti jalan setengah aspal yang menghubungkan kampong Parigi dengan aliran Ci Tarum. Tibalah saya di pertemuan aliran Ci Rasea dengan Ci tarum. Aliran sungai yang cukup tenang, dengan debit air yang tidak terlalu deras, berwarna coklat kehitaman menjadi ciri khas aliran sungai hari itu. Mata saya tertuju pada sebuah bangunan non permanen yang terbuat dari bamboo beratapkan terpal plastic transparan.  Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah “Lio”. Lio ini merupakan tempat pembuatan batu-bata. Sepanjang saya berjalan menyusuri Ci Tarum, terhitung lebih dari 20 Lio yang ada.

Beberapa pertanyaan pun muncul seketika, setelah saya melihat begitu banyaknya lio, adalah : “Kenapa di sepanjang aliran Ci Tarum banyak terdapat Lio?”, “Kenapa harus di dekat sungai?”, dan seberapa pentingkah keberadaan Lio bagi masyarakat sekitar sungai?”.

Keberadaan Lio sepanjang aliran Ci Tarum, sangatlah beralasan mengingat banyaknya material tanah yang terbawa bersamaan dengan aliran sungai, yang kemudian mengendap dengan kandungan lempung yang sangat tinggi. Endapan tanah yang berada di tebing-tebing sungai, terendapkan dalam waktu yang sangat lama, kemudian ditambang secara sembarangan oleh masyarakat. Kegiatan penambangan tersebut menyisakan lubang persegi yang menganga dan membuat sungai menjadi semakin lebar.

Sebuah Pengantar

Sudah tiga tahun ini geografi ikut menghiasi perjalanan Ujian Nasional (UN) di SMA., perjalanan tersebut penuh dengan cerita yang di awali pada tahun ajaran 2007-2008, diikut sertakannya geografi pada UN begitu mendadak, dan hasilnya pun menunjukkan bahwa geografi menjadi mata uji yang paling banyak ketidaklulusanya. walaupun di dua tahun selanjutnya, persiapan tiap sekolah pastilah lebih baik. OK. lupakan sejenak UN, lewat media ini, saya ingin mencoba memperkenalkan diri/mencoba untuk eksis, dengan menambah pengetahuan, relasi dsb.terutama tentang pengajaran dan pembelajaran geografi di sekolah (SD,SMP dan SMA). Blog ini dibuat, untuk menyampaikan dan atau share sesama guru geografi, dan atau siswa berkenaan dengan materi pelajaran geografi, perangkat pembelajaran, media pembelajaran alat evaluasi dsb. Oleh karena itu besar harapan saya blog ini bisa berkembang dengan bantuan dan sumbangsih pemikiran insan akademis di luar sana.

Hormat Saya,

V_Man